10 Kesalahan Pebisnis Pemula

10 Kesalahan Pebisnis Pemula

1. Terlalu nekad, tanpa perhitungan.

Pada awal Bisnis kita sering terbawa omongan (mungkin emosional) karena mungkin telah mengikuti seminar atau cerita orang sukses sehingga semangat menggebu-gebu karena ingin segera sukses. Dengan modal nekat pinjam modal dan langsung usaha/dagang tanpa menganalisa kemampuan kita, target konsumen dan kekuatan kompetitor. Atau menemukan channel/supplier dan melihat penjualanya laris kita langsung nekat ikut-ikutan tanpa memperhitungkan kemampuan menjual. maka dari itu untuk awal kita perlu menganalisa sebelum bertindak, pastikan kita mau menjalani prosesnya jangan terlalu berorientasi pada hasil yang didapat. karena setiap orang mempunyai kemampuan dan rezeki yang berbeda-beda tetapi bercayalah kalau kita mau tekun dan ulet didampingi kerja keras usaha apapun akan SUKSES Amin…..tentu dengan izin Tuhan Yang maha Kuasa

2.Mudah percaya, akhirnya ditipu

Bisnis sebenarnya perlu mendelegasikan kepada orang lain agar kita sebagai owner mampu menyiapkan strategi untuk kelangsungan bisnis kita, karena perubahan sangat cepat apalagi kompetitor yang menjamur, jadi kita tidak perlu hanya berkutat dengan operasional yang menyita waktu. Namun, mempercayakan bisnis pada orang lain tidak mudah, apakah dia dapat dipercaya, jujur dan bertanggung jawab.Tipsnya adalah kita perlu mempelajari watak asli dan nya,mungkin pada awal kita akan banyak menemui kekecewaan dengan pegawai/staf yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat dipercaya. Tapi bukan berarti kita tidak akan menemukan orang yang bisa dipercaya, akan ada seleksi dan kita hanya perlu bersabar hingga menemukan orang yang mampu bekerja sama dengan kita.
3. Mengandalkan modal orang lain atau Bank di awal membangun bisnis

Dalam memulai Bisnis pertama kali jangan mengandalkan modal orang lain, tidak jarang orang lain yang menitipkan modal akan akan sangat berharap pada untung dan kembali modal, karena dalam usaha apalagi baru merintis, sebagai penanam modal/investor harus memahami bahwa untuk pertama kali jangan meminta untung tanpa mau bekerja keras bersama membangun. Pada saat pertama usaha kadang tidak ada keuntungan bahkan merugi karena kita harus mencari pelanggan terlebih dahulu minimal adalah setahun. Jangan sampai investor malah menjadi penagih hutang yang selalu menuntut penghasilan/uang padahal usaha belum berjalan. Kecuali memang usaha sudah berjalan dan berkembang dengan cashflow yang jelas maka suntikan dana diperlukan untuk meningkatkan penjualan atau menambah kapasitas/stok. Untuk starup bisnis jangan menggunakan modal pinjaman Bank, cashflow belum jelas tetapi kita harus memikirkan setoran wajib (liabilitas) yang harus dibayarkan. pastikan penambahan modal adalah dengan perhitungan antara aliran income yang masuk sesuai dengan penambahan kapasitas yang berdampak pada bertambahnya cashflow sehingga tidak menambah beban. Tentu Managemen keuangan harus benar jangan sampai besar pasak dari pada tiang.

4.Tidak ada MoU atau pencatatan

MoU adalah sebagai penguat perjanjian kita dan bukti pada saat proses hukum, menjadi benang merah apabila tejadi masalah yang tidak diinginkan. Bisa menjadi solusi apabila ada kegagalan bisnis sehingga pembagianya jelas. Pencatatan juga penting sebagai data apakah Bisnis kita layak untuk diteruskan atau lebih baik diberhentikan.


5. Memakai cara konvensional    

 Dunia berubah begitu cepat bahkan bisnis tanpa modal sekalipun sekarang sudah marak yaitu dengan bisnis online, menjualakan barang orang lain. Cara konvensional tanpa strategi pemasaran dan hanya mengandalakan kondisi sekitar tentu tidak efektif apalagi kalau tempat kita tidak strategis, pastikan pasarnya sudah terbentuk. Apalagi orang belum mengenal apa sebenarnya usaha kita. Mulailah berpromosi bisa dengan brosur, banner, promo,bonus atau strategi pemasaran lainya, sebar luaskan dan beritahu usaha Anda.


6. Kurang kreatif dan inovatif    

 Kompetitor melihat jualan kita laris pasti akan membuat strategi untuk menyaingi usaha kita. Pastikan kita kreatif sebagai pembeda seperti dalam mengemas atau mempromosikan usaha. Harus inovatif membuat terobosan baru, mempunyai nilai tambah dibanding pesaing jangan sampai barang/produk/jasa kita ditinggalkan pelanggan karena kita tidak mendengarkan saran/komplain tentu yang membangun demi kelangsungan usaha kita tentang produk kita. Kita tidak bisa menjual semau kita tapi harus sesuai dengan kemauan pasar.


7. Tidak ada pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha.

Inilah yang menjadi tolak ukur kelangsungan usaha, Kita tidak dapat memisahkan antara keuangan pribadi dan usah. Bagaimana kita bisa tahu apakah kita untung atau malah merugi, seberapa besar sebenarnya keuntungan yang kita peroleh setiap bulan. Jangan sampai barang habis, tetapi kita bingung mau belanja lagi. Bagaiman stok akan bertambah sementara kebutuhan sehari-hari kita amabil dari hasil usaha. Solusinya bisa dengan memisahkan Rekening tabungan. Pencatatan juga penting agar kiata dapat mengoreksi data, jangan samapai usaha sudh berjalan tetapi tidak mendapatkan haris bahkan merugi.


8. Terlalu banyak tim namun tidak efektif.  

 Karyawan tidak bekerja dengan baik atau cenderung lebih banyak menganggur dari pada bekerja, itu adalah indikasi tim Anda tidak efektif. Tim Anda banyak tetapi tidak menambah arus masuk pendapatan Anda. Inilah perlunya kita membuat SOP (Standar Operational Procedur) mendelegasikan tugas dengan ceklish sebagai tugas harian dan laporan harian. Pastikan SOP dijalankan dengan benar dan dikerjakan dengan baik, penentuan target yaitu apakah target tercapai juga bisa menjadi indikasi apakah tim Anda efektif.


9. Fokus pada legalitas dan tempat, bukan pada cashflow              

Terlalu fokus bagaimana memuaskan pelanggan tanpa memikirkan peningkatan pendapatan yang masuk. Tentu sangat bijak apabila kita mengimprove legalitas dan tempat yang tujuanya peningkatan pendapatan/cashflow.


10. No Action, Concept only    

 Banyak ide yang bagus tetapi hanya angan-angan tidak dikerjakan, berfikir tentang strategi tetapi kita tidak segera merealisasikanya.Yang benar adalah Plan-Do-Check-Action yaitu rencanakan,lakukan,evaluasi proses yang berjalan lalu lakukan tindakan perbaikan.

Semoga niat menjadi pengusaha diberikan kemudahan, kelancaran dan keberkahan. Aamiin

Firdaus Bustami Azis

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *