6 Tahap Selling Effects Covert Selling

Secara psikologis ketika orang melihat iklan kita mereka tidak akan membeli secara langsung, 6 step selling efect pada covert selling ini dapat membantu Anda.

Untuk mencapai kesuksesan beriklan kita tidak boleh putus asa karena perkembangan internet marketing yang sangat dinamis membuat kita harus kreatif

Tugas dari seorang penjual atau pengiklan adalah memahami dimana posisi level iklannya, dan meningkatkan levelnya sampai level dimana customer memutuskan untuk membeli

6 fase dalam langkah pembuatan covert selling The Hierarchy of Effects Model yang diciptakan oleh Robert J Lavidge dan Gary A Steiner. Menurut mereka, ada fase yang dilewati banyak orang ketika akhirnya memutuskan membeli sesuatu. Penjelasanya sebagai berikut;

  1. Awarness (Sadar)

Calon konsumen Anda secara sadar melihat iklan Anda, inilah kesan pertama yang harus diperhatikan pengiklan sebelum berhasil menuju level selanjutnya. Pembeda diantara begitu banyak iklan yang ada seperti di TV

2.Knowledge (Mengerti)

Setelah iklan kita masuk ke pikiran calon customer, maka calon customer biasanya perlu alasan untuk tertarik dengan produk yang diiklankan.
Sehingga di level ini, goalnya : calon customer mulai memahami lebih banyak tentang produk yang diiklankan.
Nah, otomatis, tugas pertama para pengiklan adalah menambah product knowledgenya. Menambah pemahaman tentang keunggulan produknya.

3.Liking (Senang)

Levelnya naik. Disini, seharusnya calon customer mulai senang dengan produk yang ditawarkan oleh sebuah iklan.

Tapi penjual jangan ge-er dulu.

Potensi untuk gagalnya masih sangat besar. Sehingga, tugas penjual adalah menaikkan intensitas emosinya ke level selanjutnya. Apa yang bisa ditawarkan pada calon customer untuk memantik perasaan senangnya?

4.Preference (Tertarik)

Pada Levelnya ini, calon customer harus udah makin naksir dengan produk yang diiklankan. Kecenderungan untuk membeli semakin besar. Tugas penjual adalah mempertahankan emosi senang dari calon customer.

Jangan sampai mood calon customer rusak karena ada kesalahankesalahanteknis.
Misal, ada customer lain yang kecewa dengan produk kita, lalu mempublish kekecewaannya di social media.
5.Conviction(Yakin)

Ini seharusnya level aman. Disini niat calon customer untuk membeli mungkin sudah 99 %.

Dia sudah punya alasan yang sangat kuat untuk memutuskan membeli produk yang diiklankan oleh penjual.

Test drive yang biasanya diberikan oleh dealer mobil, atau tester makanan yang diberikan penjual makanan, fungsinya untuk semakin meyakinkan customer untuk membeli.

6.Purchase (Beli)

Setelah semua level terlewati, barulah calon customer berubah menjadi customer. Mereka siap mengeluarkan uang untuk membayar produk yang kita iklankan.

Tugas kita sebagai penjual yang beriklan, adalah menyesuaikan iklan kita dengan level-level di atas. Tetap dengan covert tentunya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *