Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus berkembang pesat, terutama dalam pembuatan video realistis dari teks maupun gambar. Salah satu model yang menarik perhatian kreator adalah Seedance 2.5, teknologi generasi video yang dikembangkan oleh ByteDance dan digunakan melalui berbagai platform.
Namun, pada Oktober 2026, sejumlah pengguna melaporkan bahwa fitur Seedance 2.5 tidak lagi muncul di Dola AI. Perubahan ini memunculkan pertanyaan di kalangan kreator: apakah Seedance 2.5 benar-benar dihapus dari Dola AI, mengapa fitur tersebut tidak tersedia, dan apakah persoalan penyalahgunaan AI serta kemiripan wajah artis ikut menjadi pertimbangan?

Laporan pengguna menunjukkan adanya perubahan ketersediaan fitur, tetapi hingga artikel ini ditulis, belum ditemukan pengumuman resmi yang memastikan bahwa penghapusan tersebut bersifat permanen atau bahwa penyalahgunaan kemiripan artis merupakan penyebab langsungnya. Sumber laporan mengenai ketersediaan fitur.
Apa Itu Seedance 2.5 di Dola AI?
Seedance 2.5 merupakan model pembuatan video berbasis AI yang dirancang untuk menghasilkan video dengan kualitas visual realistis, pergerakan yang lebih konsisten, serta kemampuan memahami berbagai referensi visual dan audio.
Dalam pengumuman resminya pada 31 Juli 2026, tim Seed ByteDance menjelaskan sejumlah kemampuan Seedance 2.5, termasuk pembuatan video hingga 30 detik dalam satu proses generasi, pengembangan cerita yang lebih panjang, dan penyuntingan berbasis referensi. Sumber resmi ByteDance.
Bagi kreator konten, teknologi ini berpotensi membantu berbagai kebutuhan, seperti:
- Membuat video promosi produk.
- Mengubah gambar menjadi video bergerak.
- Memproduksi konten untuk TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.
- Mengembangkan visualisasi cerita dan iklan.
- Membuat film pendek berbasis AI.
Kemampuan menghasilkan visual yang semakin realistis juga menghadirkan tantangan baru. Pengguna perlu memperhatikan persetujuan pemilik wajah, hak cipta, identitas seseorang, dan potensi penyebaran konten yang menyesatkan.
Mengapa Fitur Seedance 2.5 Tidak Muncul di Dola AI?
Hilangnya sebuah model dari pilihan fitur aplikasi tidak selalu berarti model tersebut telah dihentikan secara permanen.
Ada beberapa kemungkinan yang perlu dibedakan.
1. Perubahan ketersediaan model
Platform AI dapat mengubah daftar model yang tersedia karena pembaruan produk, pengaturan layanan, pengelolaan kapasitas, atau perubahan kerja sama teknologi.
Pada Oktober 2026, terdapat laporan pengguna bahwa Seedance 2.5 tidak lagi tersedia di antarmuka Dola. Namun, laporan tersebut belum cukup untuk memastikan alasan resmi perubahan tersebut ataupun kapan fitur akan kembali. Laporan ketersediaan Seedance 2.5.
2. Evaluasi kebijakan penggunaan AI
Platform pembuat video AI perlu mempertimbangkan bagaimana teknologinya digunakan. Kemampuan menghasilkan video realistis dapat dimanfaatkan untuk kreativitas, tetapi juga dapat disalahgunakan untuk membuat konten yang meniru identitas orang lain tanpa izin.
Evaluasi kebijakan dapat menjadi salah satu kemungkinan dalam perubahan layanan, tetapi tidak boleh dianggap sebagai penyebab pasti penghapusan Seedance 2.5 dari Dola AI tanpa konfirmasi resmi.
3. Perubahan model atau fitur berdasarkan platform
Seedance 2.5 merupakan model yang dapat ditawarkan melalui layanan berbeda. Ketersediaannya di satu aplikasi tidak otomatis sama dengan ketersediaannya di aplikasi lain.
Karena itu, jika Seedance 2.5 tidak terlihat di Dola AI, pengguna perlu memeriksa pengumuman resmi dan tampilan aplikasi sebelum menyimpulkan bahwa model tersebut sudah dihentikan secara keseluruhan.
Penyalahgunaan AI dan Kemiripan Karakter Artis Menjadi Perhatian
Salah satu tantangan terbesar dalam perkembangan AI generatif adalah kemampuannya menghasilkan wajah, suara, dan gerakan yang menyerupai manusia nyata.
Teknologi ini dapat membantu produksi film, iklan, dan konten kreatif. Akan tetapi, teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk menghasilkan video yang seolah-olah menampilkan artis atau tokoh publik melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah mereka lakukan.
Konten seperti ini berpotensi menimbulkan masalah apabila dibuat atau disebarkan tanpa izin, terutama jika digunakan untuk menipu, merusak reputasi, atau mempromosikan produk seolah-olah seseorang memberikan dukungan.
Mengapa wajah artis menjadi persoalan?
Wajah artis memiliki nilai komersial dan berkaitan dengan identitas personal. Penggunaan kemiripan wajah tanpa izin dapat menimbulkan persoalan terkait hak atas kemiripan, privasi, hak cipta atas materi sumber, serta aturan lain yang berlaku sesuai konteks dan yurisdiksi.
Sebagai contoh, video AI yang menggambarkan seorang aktor terkenal sedang mempromosikan produk tertentu dapat membuat penonton mengira bahwa aktor tersebut benar-benar mendukung produk itu.
Jika video tersebut dibuat tanpa persetujuan dan disebarkan tanpa penjelasan bahwa kontennya merupakan hasil AI, risiko kesalahpahaman akan semakin besar.
Kasus Seedance sebelumnya memicu kekhawatiran industri hiburan
Kekhawatiran tentang penyalahgunaan AI video bukanlah hal baru. Pada Februari 2026, Seedance 2.0 menuai kritik dari sejumlah organisasi industri hiburan di Hollywood terkait dugaan pelanggaran hak kekayaan intelektual dan penggunaan kemiripan para pemain tanpa izin.
Associated Press melaporkan bahwa video AI yang menampilkan versi sintetis aktor Tom Cruise dan Brad Pitt turut memicu perdebatan mengenai perlindungan hak artis dan penggunaan teknologi generatif. ByteDance menyatakan akan memperkuat perlindungan untuk mencegah penyalahgunaan materi berhak cipta dan kemiripan individu. Laporan Associated Press.
Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan AI menghasilkan video realistis perlu diimbangi dengan perlindungan identitas, hak kekayaan intelektual, dan mekanisme pengawasan yang memadai.
Namun, kontroversi seputar Seedance 2.0 tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa hilangnya Seedance 2.5 dari Dola AI pada Oktober 2026 disebabkan oleh kasus serupa.
Dampak bagi Kreator Konten dan Pengguna AI
Jika model yang biasa digunakan tidak lagi tersedia di suatu platform, kreator mungkin harus menyesuaikan alur produksi konten mereka.
Dampaknya dapat meliputi:
- Perubahan pilihan model untuk menghasilkan video.
- Penyesuaian prompt dan pengaturan produksi.
- Perubahan biaya atau penggunaan kredit, bergantung pada layanan pengganti.
- Kebutuhan menguji ulang konsistensi karakter dan kualitas hasil video.
- Penyesuaian proses kerja untuk menjaga keamanan serta hak penggunaan materi referensi.
Bagi kreator yang mengandalkan AI untuk pemasaran, kondisi ini menjadi pengingat penting agar tidak bergantung sepenuhnya pada satu model atau platform.
Simpan prompt, naskah, storyboard, serta aset yang memang berhak Anda gunakan. Pelajari alternatif yang tersedia dan periksa ketentuan penggunaannya sebelum memindahkan proses produksi ke layanan lain.
Bagaimana Seharusnya Platform AI Mencegah Penyalahgunaan?
Pengembangan AI yang bertanggung jawab tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menghasilkan gambar atau video yang realistis. Platform juga perlu menerapkan perlindungan yang sesuai dengan risiko teknologinya.
Beberapa pendekatan yang dapat membantu antara lain:
1. Pemeriksaan materi referensi
Platform dapat memeriksa gambar atau video yang diunggah untuk mengidentifikasi penggunaan yang berisiko, terutama ketika materi tersebut menampilkan orang nyata.
2. Pembatasan pembuatan konten tanpa izin
Sistem moderasi dapat membatasi permintaan yang melanggar kebijakan, termasuk pembuatan konten yang merugikan atau menggunakan kemiripan seseorang secara tidak sah.
3. Transparansi konten AI
Label AI, metadata asal-usul konten, dan mekanisme verifikasi dapat membantu pengguna memahami bahwa suatu video dibuat atau diubah menggunakan AI.
4. Mekanisme pelaporan
Pengguna dan pemilik hak perlu memiliki cara untuk melaporkan konten yang diduga melanggar hak mereka.
5. Kebijakan yang jelas
Platform sebaiknya menjelaskan jenis penggunaan yang diperbolehkan, batasan penggunaan wajah orang lain, serta konsekuensi atas pelanggaran kebijakan.
Sebagai contoh penerapan di industri, CapCut menjelaskan penggunaan perlindungan untuk mengurangi penyalahgunaan, termasuk pembatasan penggunaan kemiripan tanpa izin dan langkah perlindungan kekayaan intelektual dalam layanan AI-nya. Penjelasan resmi CapCut.
Apakah Seedance 2.5 Akan Kembali ke Dola AI?
Pertanyaan ini masih belum dapat dijawab secara pasti. Belum ada tanggal pemulihan yang dapat dipastikan berdasarkan sumber yang ditemukan, dan belum ada konfirmasi resmi yang cukup untuk menyatakan bahwa fitur tersebut dihapus secara permanen.
Pengguna dapat memeriksa pembaruan aplikasi, halaman resmi Dola AI, serta pengumuman dari penyedia model. Hindari menganggap rumor di media sosial sebagai keputusan resmi sebelum ada bukti yang dapat diverifikasi.
Jika model tidak tersedia, gunakan fitur video lain yang memang ditawarkan oleh platform dan sesuai dengan kebutuhan produksi Anda. Pastikan juga untuk memeriksa biaya, batas penggunaan, kualitas keluaran, dan kebijakan konten sebelum memilih alternatif.
Kesimpulan
Hilangnya fitur Seedance 2.5 dari Dola AI menjadi topik yang menarik perhatian kreator video AI pada Oktober 2026. Perubahan ketersediaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kebijakan platform, penyalahgunaan teknologi, dan perlindungan kemiripan karakter artis.
Meskipun penyalahgunaan wajah dan materi berhak cipta merupakan persoalan nyata dalam industri AI generatif, belum ada bukti resmi yang cukup untuk menyatakan bahwa hal tersebut merupakan alasan langsung Dola AI menghapus Seedance 2.5.
Bagi kreator, langkah terbaik adalah mengikuti informasi resmi, menjaga hak penggunaan materi referensi, dan menggunakan AI secara transparan serta bertanggung jawab.
Teknologi AI seharusnya membuka peluang kreativitas dan membantu produksi konten, bukan menjadi sarana untuk meniru identitas orang lain tanpa izin atau menyebarkan informasi yang menyesatkan.
Catatan pembaruan: Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia hingga 24 Oktober 2026. Status fitur dan kebijakan platform dapat berubah sewaktu-waktu.
