fbpx

Cara Berjualan di Sosial Media dengan Covert Selling

Covert Selling  jika diterjemahkan secara per kata, *_Covert_* artinya Samar, terselubung, tersembunyi. Sedangkan *_Selling_* artinya Jualan.

Bisa dikatakan, Covert Selling adalah teknik jualan yang samar, nggak blak-blakan, dan Elegan.

Ibarat angin, tak terlihat wujudnya namun terasa bahwa angin itu ada. Begitu juga dengan Covert Selling, nggak terlihat promosiin produk tapi merasakan bahwa produk itu ada dalam iklan covert Kita.
Kenapa Perlu Menggunakan Covert Selling?*

Sejak dahulu, Saya tau bahwa kebanyakan Orang tidak suka diiklani. Kalau nggak percaya boleh survei ke tetangga teman-teman deh. Saat nonton acara Televisi, saat iklan lewat apakah nonton iklannya atau pindah chanel? Saya yakin mayoritas pada pindah chanel.

Saat nonton video di Yutub, pas ada iklan lewat seberapa sering temen-temen menekan tombol _Skip Ads_? Saya pun yakin, pasti sering atau malah selalu menekan tombol skip ads. Hihi…

Saya perhatikan sebagian besar penjual Online memasarkan produknya di Sosial Media.

Sebelumnya Saya tanya dulu, adakah di sini yang (dulu) membuat akun di Sosial media dengan tujuan *berbelanja*?

Saya yakin nggak ada, karena Defaultnya pengguna FB membuat akun untuk bersosialisasi

Nah, maka dari itu perlu Kita pahami, para penggunanya membuat akun adalah untuk *Bersosialisasi*.
Hampir nggak ada orang yang membuat akun media sosial untuk berbelanja.

Jika Kita memasarkan produk secara blak-blakan di sosial media, berpotensi iklan Kita diskip.

Covert Selling goalnya adalah membuat orang merasa nyaman bahkan senang hati menikmati Iklan Kita.

Jadi, Covert Selling itu adalah upaya memasaukkan informasi produk yang Kita jual secara halus, ke alam bawah sadar si pembaca sehingga merasa tetap nyaman membaca iklan Kita, TANPA menawarkan, mengajak, atau memerintah untuk membeli.

“Emang bisa, jualan tanpa menawarkan atau memerintah untuk membeli, Kanda?”_

*Tentu bisa*. Berikut ini Contoh sekaligus bukti nyata efek pad iklan Covert Selling :