Ciri-Ciri Covert Selling

  • 2 min read
  • Des 16, 2022
Ciri-Ciri Covert Selling
Daftar Isi [ Tutup ]

    Covertselling adalah satu upaya memasukkan sebuah informasi yang berhubungan dengan penjualan secara tidak langsung dan sangat halus ke pikiran bawah sadar (subconscious) calon pembeli. Mungkin ciri-ciri pada artikel ini semakin membantu Anda memahaminya.

    Jadi seperti orang curhat pada umumnya, dan biasanya mengenai pengalaman keberhasilan dalam suatu hal, padahal secara gak langsung mengajak orang untuk terlibat didalamnya. Minimal mereka kepo lalu tanya-tanya detailnya.

    Jadi covertselling ini lebih ke memperlihatkan bukti bukan janji.

    Ciri-cirinya Status Cover Selling:

    1] Menunjukan keberhasilan

    Jangan takut dikira pamer, karena yang penting niat Anda. Kalau masalah nanti ada orang nyinyir, itu memang karakter dia aja, gak usah diladenin.

    2] Bikin orang penasaran

    Karena gak seperti hardselling yang terang-terangan dan dibuka secara jelas serta detil maka covertselling ini biasanya mengandung unsur bikin penasaran. Tau sendiri kan karakter orang itu banyak yang kepo?

    3] Menyentuh emosi

    Kalimat demi kalimat yang dibuat bisanya menyentuh emosi pembaca, bikin takjub, iba, simpati, dan sebagainya. Jadi kalau kalimatnya rada lebay dan seperti mendramatisir ya wajar.

    4] Gak pake call to action

    Gak ada kata-kata ‘beli sekarang juga disini’, ‘amankan harga terhemat sekarang juga’ ‘silakan hubungi disana’ dan sebagainya. Semua mengalir saja seperti tidak sedang jualan.

    Gak paten kalau gak pake contoh kan?

    Oke ini adalah beberapa contoh covertselling:

    “Yesss! Akhirnya kelar packing produk untuk orderan ke 74 hari ini. Capek juga ternyata apa-apa dikerjain sendiri. Gara-gara yang biasa packing sakit ya gini deh imbasnya. Hufft. Oke deh saya tetep semangat kok sambil dengerin lagi favorit. Oh ya kalian yang tadi sempet inbox maaf ya rada slow respon, sekarang baru bisa on nih dan balesin satu-satu.” (tambahkan gambar pendukung)

    “Gak nyangka sebenernya, awalnya aku bikin cemilan ini karena anakku doyan ngemil. Pas suami nyobain, katanya enak banget. Akhirnya dia iseng bawa ke kantornya untuk di bagi-bagiin ke temen-temennya. Ternyata temen-temennya suka dan ketagihan. Malah beberapa orang pesen tiap hari. Dari pada nganggur ya udah aku seriusin aja. Sekarang karena undah dijual online juga jadi produksinya udah gak bisa aku kerjain sendiri, Alhamdulillah udah ada 9 orang yang bantuin aku. Moga makin kece deh kedepannya. Aamiin.” (tambahkan gambar pendukung)

    Disini yang perlu Anda ingat adalah betapapun powerfulnya teknik ini jangan berbohong. Jangan membuat screnshoot palsu, data pencapaian yang mengada-ngada dan sebagainya.

    Cara agar Anda tidak perlu berbohong adalah dengan menggunakan kata yang artinya relatif.

    Misalnya belum ada penjualan untuk produk Anda, tapi orang yang nanya-nanya sudah banyak, maka untuk sekedar menggambarkan produk Anda diminati tidak perlu bilang sudah ada sekian pembeli, cukup sampaikan orang yang chat nanya-nanya bikin ‘jempol keriting’.

    Jempol keriting disitu tentu saja ungkapan untuk menggambarkan jumlah orang yang chat sangat banyak sehingga bikin capek balasnya. Nah jumlah chat yang bisa bikin jari keriting tentu saja relatif untuk setiap orang.

    Biarlah masing-masing orang membuat definisi dan gambarannya sendiri di otak mereka.

     

     

    Originally posted 2013-11-01 22:36:08.