Pengertian Covert Selling

Covert Selling adalah Teknik Penjualan dengan cara memberi informasi secara terselubung tentang suatu produk/jasa, penyampainya sangat halus (alam bawah sadar) kepada konsumen. Seperti ‘magic’ tetapi sebenarnya lebih seperti teknik mempengaruhi calon konsumen Anda

Karena dalam penjualan di Internet Anda tidak bertemu langsung dengan konsumen Anda, maka teknik ini lebih di titik beratkan pada TULISAN + GAMBAR. Perlu di latih terus sampai Anda menemukan teknik yang efektif pada pembuatan teknik covert selling ini

Contoh covert selling ; testimoni dari pelanggan, cerita tentang kepuasan konsumen, status yang mengandung rasa penasaran/ ingin tahu.

contoh status covert selling
Gambar Contoh status fb tentang covert selling

Bgaimana cara kita melakukan covert selling diantaranya sebaga berikut

1. Story Telling

Teknik covert selling yang paling mudah adalah story telling. Ternyata jualan pakai story telling itu sangat ampuh, karena dengan cerita bisa menurunkan gelombang otak kita sampai ke dalam bawah sadar lho, biasanya berkaitan dengan kehidupan kita secara umum. Seperti kegiatan sehari-hari, ketika bersama anak, istri, keluarga, pada saat pejalanan, kerja yang tujuanya menggugah emosi dan menjadi penasaran tentang suatu hal yang kita ceritakan.

Prinsip dasarnya kita bercerita membangun interest/ ketertarikan seperti tentang hasil (testimoni), manfaat yang diperoleh tentang suatu, kekaguman/ketakjuban, menggugah emosi, kemanusiaan yang ujungnya ingin berinteraksi aau menghubungi Anda.

Buktinya, pernah ngga kita baca cerita sampai nggak ngeh kalau dipanggil sama orang tua, atau ketika ada yang cerita sedih kita jadi ikutan sedih juga?

Nah kalau dipakai buat jualan, habis baca cerita bisa tanpa sadar dia borong barang kita, hehe

Saya share salah satu contohnya yah :

�Saya selalu ingat momen-momen bahagia saat idul fitri, terutama saat setiap keluarga beramai-ramai berjalan menuju tanah lapang untuk sholat idul fitri. Banyak anak-anak juga yang turut serta bersama kedua orang tua mereka. Mereka terlihat sangat ceria terlebih dengan pakaian-pakaian baru yang mereka kenakan.

Tiba-tiba terbersit di pikiran saya, mengenai pakaian yang mereka kenakan. Banyak anak-anak yang bangga menggunakan kaos-kaos kartun dari luar yang rata-rata juga produksi brand luar negeri. Rasanya akan lebih pas ketika momen seperti ini, mereka mengenakan kaos-kaos yang bernafaskan islami apalagi sudah banyak brand-brand lokal yang memproduksinya.

Alhamdulillah istri saya berfikiran hal yang sama dan mulai menjualkan produk kaos anak xxx. Selain bajunya berwarna ceria dan disertai gambar yang lucu, beberapa juga memiliki kalimat yang Islami, seperti “aku rajin sholat” atau “aku anak sholeh”.

Banyak sekali anak-anak yang merasa senang mengenakan baju tersebut mungkin karena gambarnya yang menarik dan bahannya yang ngga bikin gerah. Para orang tua pun terlihat bangga melihat anaknya memakai baju itu.
Lebih penting dari itu semua, semoga anak-anak kita bangga yah akan identitasnya sebagai muslim, setuju? ^_^�

Oke itu lah ceritanya, kebayang yah? Apa jadi pengen ikutan beli? Hehehe
😁😊

Intinya di cerita itu kita focus pada nilai produknya, bukan tentang detail bahan, varian produk bahkan harga, jadi bukan covert selling lagi dong, hehe

2. Teknik Harga Inbox

Teknik ini sebelumnya sempat viral nih,hehe

Kenapa sih perlu inbox segala untuk harga, ngga langsung dicantumkan aja.

Nah inilah jawabannya, karena PENASARAN ADALAH PEMASARAN

Dengan kita hanya menuliskan detail manfaat produk atau promo di status tanpa menyertai harga, orang-orang akan tergerak untuk bertanya.

Saat mereka bertanya, Anda bisa punya kesempatan untuk memberikan edukasi lebih lanjut tentang produk Anda, atau menawarkan promo terbatas agar mereka kebelet beli.

Kalau langsung sudah ada harganya, orang tidak akan tergerak bertanya. Apalagi jika harganya relatif mahal, biasanya orang akan langsung keberatan. Padahal dia belum tau manfaat lebih lengkap atau promo plus-plus yang bisa ditawarkan secara khusus.

 

Dari situ mulai banyak yang tanya deh di kolom komen, “berapa mas harganya”.

“Saya inbox ya mba/mas”, balasan tiap ada komen cukup seperti itu. biar makin banyak yg penasaran.

Selain di INBOX saya juga arahkan calon customer ke WA agar lebih private dan bisa jelaskan lebih banyak. Untuk masuk ke WA mereka bisa klik

Karena nggak saya cantumin harga maka banyak yang penasaran dan tanya.

Kebayang kan bagaimana teknik harga Inbox?

Untuk lebih memahami bisa cek postingan saya di Facebook 2 hari lalu yah
😊

Sebenarnya masih ada beberapa teknik covert selling tapi kali ini saya share dua contohnya dulu ya. Kita bisa lanjutin lain waktu

Anda tidak harus menjual secara langsung (hard selling) karena dapat membuat risih teman Anda. Covert selling adalah membuat permintaan tanpa penawaran langsung/ hindarkan kata penawaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *