Kesalahan Umum Pengusaha Pemula

Tidak semua orang berani dalam memulai bisnis.  Kesalahan umum pengusaha pemula adalah tidak dapat menganalisa. Diperlukan perhitungan dalam setiap mengambil keputusan dan kenekatan dalam mengambil risiko.

Saat baru memulai, hampir-hampir tidak ada pebisnis yang selalu yakin akan tindakan yang mereka ambil. Bahkan, hampir setiap saat kali mereka mengambil keputusan, mereka tidak sepenuhnya paham apa yang akan terjadi. Kadangkala hanya karena sedang tren dan penjualan ramai, kita jadi reaktif langsung aksion tanpa memperhatikan kemampuan diri. Yang benar adalah responsif, kita perlu menelaah apa yang akan terjadi bila langkah itu kita ambil.

Tidak ada dua bisnis yang sama persis. Namun, dalam entrepreneurship, banyak di antara dua atau lebih entrepreneur mengalami masalah sama. Berikut ini merupakan kesalahan dasar yang umum dilakukan pebisnis pemula:

1. Takut gagal

Banyak pengusaha yang memiliki produk yang hebat dan tim yang tangkas. Sayangnya, mereka gagal dalam mengeksekusi. Dalam kebanyakan kasus, ini terjadi karena ketakutan mereka akan kegagalan. Apakah kita yakin dengan produk yang kita jual? mampukah meyakinkan calon pembeli untuk membeli produk kita.

Walau terburu-buru dalam membuat keputusan juga tidak baik, ada saat Anda harus berani nekat. Di saat-saat itu, buat keputusan dan persiapkan diri atas segala kemungkinan konsekuensi terburuk sekalipun. Bukan hidup namanya kalau Anda tidak pernah gagal.

2. Merekrut orang sembarangan

Kebanyakan pengusaha  baru, senang saat seseorang mau bergabung. Apalagi saat Anda menemukan orang itu berasal dari daerah yang sama dan sangat meyakinkan kita sebagai teman yang baik. Sayangnya, itu bukan sepenuhnya faktor penentu apakah seseorang bisa mendatangkan manfaat bagi usaha Anda. Kita perlu mempelajari latar belakang dan watak calon partner/karyawan.

Mereka mungkin terlihat sepaham dengan kita, tapi apakah mereka bisa membantu Anda bekerja sampai larut malam di akhir pekan? Selain kredential, Anda harus yakin orang yang Anda rekrut cocok dengan usaha Anda.

3. Jangan hanya jualan, namun tawarkan nilai barang Anda

Pembeli memang salah satu faktor vital dari berjalannya usaha Anda. Ada alasan mengapa perusahaan merekrut orang-orang yang ‘bermulut manis’ untuk menarik pembeli.

Namun, promosi tanpa memiliki validasi, model bisnis merupakan resep bencana. Anda bisa saja merekrut tim marketing paling handal dalam urusan merayu pembeli untuk makan di restoran Anda. Namun tidak bisa menyalahkan mereka jika mereka memutuskan untuk tidak datang lagi akibat masakan yang kurang bumbu dan variasi menu yang monoton.

Terbukti dari banyak perusahaan yang mengadakan proyek pendanaan namun hasilnya gagal total. Terbukti kekurangan dana bukanlah alasan utama sebuah perusahaan bangkrut. Tidak adanya yang bisa mereka ditawarkan, di sisi lain, kurangnya nilai yang ditawarkan dari mereka berakibat fatal. Jelaskan manfaat produk dibanding spesifikasi produk.

4. Tidak peduli akan feedback dari pelanggan

Saat Bisnis Anda sudah berjalan, Anda akan merasa puas dan terlena . Kenyataannya, apapun status Anda, pelanggan yang menentukan jalan bisnis Anda. Sangat banyak perusahaan yang jatuh karena “Terlena” -berpikir  mereka bisa memprediksi masa depan, memaksakan visi mereka dan cuek terhadap pelanggan mereka sendiri.

Steve Jobs mungkin baru bisa berlaku tengik terhadap pelanggannya seperti ini saat ia sudah punya nama besar, untuk Anda yang masih pemula, hanya Tuhan yang tahu nasib usaha Anda jika bersikap seperti ini.

Anda tidak boleh malu dalam mengaku ketika Anda salah, dan perlakukanlah pelanggan seperti eksperimen sains. Ingatlah visioner dari bisnis adalah pelanggan, bukan Anda. Selalu tonjolkan manfaat dibanding spesifikasi produk yang Anda jual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *